KEPAHIANG – Digitalisasi penanganan stunting di Kabupaten Kepahiang terus diakselerasi melalui pemanfaatan aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) bagi para Calon Pengantin (Catin). Guna mengantisipasi kebingungan di masyarakat, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang merilis panduan resmi mengenai tiga alur utama penggunaan aplikasi besutan pemerintah tersebut.
Aplikasi Elsimil ini wajib diisi oleh setiap pasangan yang akan melangsungkan pernikahan sebagai instrumen skrining awal kondisi kesehatan guna mendeteksi faktor risiko stunting sejak dini.
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita, MH, menjelaskan bahwa sistem digital ini dirancang mudah agar bisa diakses secara mandiri oleh generasi muda melalui ponsel pintar mereka.

"Aplikasi Elsimil ini adalah benteng pertahanan digital kita di hulu. Melalui aplikasi ini, sistem secara otomatis akan mengeluarkan gambaran apakah kondisi fisik dan medis calon pengantin berada dalam status ideal untuk menikah dan hamil atau membutuhkan pendampingan khusus," jelas Linda
Pahami 3 Tahap Utama Alur Elsimil
Agar proses penapisan berjalan lancar tanpa kendala teknis, Linda memaparkan tiga tahapan berurutan yang wajib diikuti oleh setiap pasangan catin di Kepahiang:
- Pemeriksaan Kesehatan (Fase Faskes): Calon pengantin wajib mendatangi fasilitas kesehatan terdekat (Puskesmas atau klinik pemerintah/swasta) untuk memeriksa indikator dasar seperti HB darah, berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas (LiLA).
- Registrasi Akun Elsimil: Mengunduh aplikasi Elsimil secara gratis melalui Play Store (Android) atau App Store (iOS), lalu melakukan pendaftaran akun resmi menggunakan data diri.
- Penginputan Kuesioner: Mengisi seluruh poin pertanyaan di dalam kuesioner aplikasi berdasarkan lembar data hasil pemeriksaan kesehatan yang sebelumnya diperoleh dari puskesmas.
Catat! Registrasi dan Pengisian Kuesioner Itu Berbeda
Lebih lanjut, Linda memberikan catatan penting bagi para pengguna. Ia menekankan bahwa masyarakat harus memahami perbedaan antara proses registrasi dan pengisian kuesioner, karena keduanya sering kali dianggap sama oleh sebagian besar catin.
"Registrasi itu hanya langkah awal untuk mendaftarkan nama dan akun Catin di dalam sistem Elsimil. Akun yang sudah aktif belum dianggap selesai jika kuesionernya belum diisi," tegas Linda.
Pengisian kuesioner berfungsi sebagai sarana untuk memasukkan (meng-input) data riil medis dari puskesmas. Tanpa pengisian kuesioner ini, sistem Elsimil tidak akan bisa memproses data maupun menerbitkan sertifikat siap nikah bagi pasangan bersangkutan. Oleh karena itu, Catin mutlak harus melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum membuka lembar kuesioner digital tersebut.
"Melalui integrasi alur ini, 399 personel tim pendamping keluarga kami di 117 desa dapat memantau data secara real-time. Jika ada kendala dalam pengisian atau sistem menunjukkan status 'berisiko', kader KB kami di lapangan siap turun tangan membantu secara langsung," pungkas Linda. (adv)