Kepala DPPKBP3A Kepahiang Fokuskan Integrasi Data SSGI dan Gerakan 'GENTING' Targetkan Zero Stunting

Rabu, 18 Maret 2026 | 12:00:00 WIB
Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita, MH,

KEPAHIANG, BENGKULU – Memasuki tahun anggaran 2026, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kepahiang resmi menetapkan arah baru strategi penanganan stunting. DPPKBP3A kini memfokuskan seluruh kekuatan program pada integrasi data mutakhir Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dengan perluasan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) guna mengejar target zero stunting di seluruh lini desa.

Langkah ini diambil menyusul tren positif penurunan prevalensi stunting pada evaluasi tahun-tahun sebelumnya yang menunjukkan grafik kemerosotan kasus secara konsisten di Kabupaten Kepahiang.

Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kepahiang, Linda Rospita, MH, menegaskan bahwa fokus program di tahun 2026 ini bukan lagi sekadar sosialisasi, melainkan intervensi gizi spesifik yang langsung menyasar klaster keluarga berisiko berdasarkan pemetaan data riil lapangan.

"Fokus kita di tahun 2026 adalah memperkuat akurasi intervensi. Data dari SSGI kita padukan dengan sistem deteksi dini tim pendamping di 117 desa. Dengan peta data yang akurat, penyaluran bantuan gizi dari program GENTING melalui para orang tua asuh akan jauh lebih tepat sasaran, efisien, dan berdampak langsung," ujar Linda Rospita dalam keterangan persnya.

Linda memaparkan, pada peta kerja tahun 2026 ini, DPPKBP3A secara agresif memperluas jaringan kemitraan program GENTING dengan melibatkan sektor swasta, perbankan, organisasi profesi, hingga komunitas masyarakat penanam modal sosial.

Partisipasi publik yang telah terbentuk secara matang pada periode sebelumnya kini dilembagakan agar pasokan nutrisi bagi anak usia di bawah dua tahun (baduta) dan ibu hamil dapat terjaga secara berkelanjutan.

Melalui konsolidasi program yang kian matang di tahun 2026 ini, DPPKBP3A Kabupaten Kepahiang optimis dapat mengunci angka prevalensi stunting ke level terendah dalam sejarah daerah.

"Tahun 2026 ini adalah momentum pembuktian bahwa dengan kesadaran kolektif yang tinggi dan sistem intervensi berbasis data, tantangan stunting di Kabupaten Kepahiang bisa kita tuntaskan bersama secara total," pungkas Linda. (adv)

Terkini