M Salihin Tegaskan Anggaran Kepahiang Tahun 2026 Fokus Target RPJMD dan Bebas Seremonia

Jumat, 01 Mei 2026 | 12:00:00 WIB
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, S.Hut, M.Si.

KEPAHIANG – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepahiang, M. Salihin, S.Hut, M.Si., mengambil langkah radikal dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2026. Salihin menegaskan, seluruh alokasi anggaran belanja daerah ke depan akan dikunci rapat hanya untuk mendanai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan dipastikan bersih dari kegiatan seremonial yang tidak berdampak langsung pada masyarakat.

Kebijakan sapu bersih anggaran non-produktif ini diambil menyusul terbatasnya ruang fiskal daerah akibat hantaman pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) serta beban pelunasan utang daerah yang menyedot anggaran hingga puluhan miliar rupiah.

Di ruang kerjanya, Salihin menyatakan bahwa tahun anggaran 2026 tidak lagi menyisakan ruang bagi program-program kosmetik atau sekadar rutinitas birokrasi. Setiap rupiah yang diusulkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib melewati penyaringan ketat dan harus terukur kontribusinya terhadap indikator kinerja utama daerah.

Pangkas Hiburan Rakyat demi Efisiensi Fiskal

Manifestasi dari ketegasan kebijakan ini berdampak langsung pada agenda tahunan daerah. Pemerintah Kabupaten Kepahiang dipastikan mengorbankan sejumlah kegiatan seremonial berskala besar, termasuk kemeriahan hiburan rakyat yang biasa digelar pada perayaan hari jadi kabupaten.

Menurut Salihin, langkah berani ini harus diambil demi mengamankan pembiayaan urusan wajib yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Bappeda memprioritaskan sisa ruang anggaran yang ada untuk mengintervensi program-program vital yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan publik, antara lain:

Akselerasi Jaminan Sosial dan Kesehatan: Menjaga pasokan anggaran penanganan stunting terpadu guna mencapai target ambisius menuju zero stunting.

Penuntasan Kemiskinan Ekstrem: Mengintegrasikan program stimulus ekonomi lokal yang ramah terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketahanan Pangan dan Sektor Pertanian: Memodernisasi sektor perkebunan lewat teknologi tepat guna guna mendongkrak nilai jual produk unggulan daerah di pasar regional.

Infrastruktur Logistik Tetap Berjalan Selektif

Meskipun ikat pinggang anggaran dikencangkan secara ekstrem, Salihin menjamin pembangunan infrastruktur strategis tidak akan lumpuh total. Pihaknya menerapkan sistem penyisiran ketat untuk mendanai proyek fisik yang memiliki efek domino (multiplier effect) tinggi terhadap ekonomi warga.

Perbaikan jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi distribusi hasil pertanian akan menjadi fokus utama, di samping melanjutkan penataan kawasan Lapangan Santoso sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Melalui penyusunan dokumen rancangan akhir RKPD 2026 yang tengah dimatangkan bersama legislatif, Bappeda Kepahiang mengirimkan pesan kuat kepada seluruh jajaran birokrasi: keterbatasan anggaran bukanlah alasan untuk menurunkan performa pelayanan, melainkan momentum emas untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang jauh lebih efisien, akuntabel, dan berintegritas. (adv)

Terkini