Senator Destita Bekali OPD Pemprov Bengkulu Kuasai AI dan Konten Digital Optimalkan Publikasi Program Kerja

Jumat, 05 Juni 2026 | 13:56:51 WIB

Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengapresiasi kontribusi Anggota DPD RI/MPR RI Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola media sosial di lingkungan pemerintah daerah melalui kegiatan Optimalisasi dan Penguatan Kapasitas Media Sosial Masyarakat di Provinsi Bengkulu yang digelar di Aula Merah Putih, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas komunikasi publik pemerintah di era digital. Materi yang diberikan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan OPD dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat secara cepat, kreatif, dan mudah dipahami.

Kegiatan dibuka oleh Asisten II Setda Provinsi Bengkulu Raden Ahmad Denny didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Bengkulu Nelly Alesa. Dalam sambutannya, Denny menegaskan bahwa kemampuan mengelola media sosial saat ini menjadi kebutuhan penting bagi setiap OPD.

Menurutnya, berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan OPD pada hakikatnya merupakan bagian dari program pembangunan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang perlu diketahui masyarakat luas. Karena itu, pengelola media sosial dituntut mampu mengemas informasi secara menarik sehingga lebih mudah diterima publik.

"Kegiatan ini untuk melatih masing-masing OPD agar dapat meningkatkan kapasitas dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait program dan kegiatan yang dilaksanakan. Apa yang dilakukan OPD pada dasarnya adalah bagian dari program pemerintah yang harus diketahui masyarakat," ujar Denny.

Ia menjelaskan setiap OPD mengirimkan dua orang peserta untuk mengikuti pelatihan tersebut. Setelah mendapatkan pembekalan, peserta diharapkan mampu mengolah data, foto, video, dan berbagai informasi lainnya menjadi konten digital yang menarik dan informatif.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Provinsi Bengkulu Nelly Alesa menyampaikan terima kasih atas dukungan Destita Khairilisani yang telah menghadirkan narasumber kompeten dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk memperkuat kualitas komunikasi publik.

"Kami mengapresiasi Ibu Destita Khairilisani yang telah memberikan dukungan melalui narasumber yang sangat kompeten. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan pengelola media sosial pemerintah saat ini," kata Nelly.

Nelly menjelaskan media sosial kini telah menjadi ruang utama masyarakat dalam memperoleh informasi, menyampaikan aspirasi, dan berinteraksi dengan pemerintah. Oleh karena itu, aparatur yang bertugas mengelola media sosial harus memiliki kemampuan teknis yang memadai agar informasi pembangunan dapat tersampaikan secara efektif dan akurat.

Materi pelatihan disampaikan oleh Ferry Sandria, M.I.Kom, staf Anggota DPD RI/MPR RI Destita Khairilisani. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung dalam membuat konten digital untuk mendukung komunikasi publik pemerintah.

Pada sesi videografi dan editing video, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penggunaan aplikasi CapCut yang saat ini menjadi salah satu platform editing video paling populer. Ferry menjelaskan bahwa kemampuan mengedit video yang baik dapat meningkatkan kualitas penyampaian informasi sekaligus memperluas jangkauan audiens di media sosial.

Peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar penggunaan CapCut, mulai dari memahami ruang kerja aplikasi hingga teknik editing yang efektif. Materi mencakup penggunaan Media Preview, Timeline Editor, dan Layer sebagai fondasi utama dalam proses penyuntingan video.

Selain itu, peserta juga mempelajari teknik cutting dan trimming untuk menghilangkan bagian video yang tidak diperlukan sehingga menghasilkan tayangan yang lebih ringkas dan menarik. Teknik jump cut diperkenalkan sebagai cara untuk menjaga ritme video agar tetap dinamis dan tidak membosankan.

Dalam aspek audio, peserta diajarkan pentingnya menjaga kejernihan suara melalui fitur Reduce Noise untuk mengurangi gangguan suara latar. Pengaturan keseimbangan antara suara narator dan musik latar juga menjadi perhatian agar pesan yang disampaikan tetap jelas diterima audiens.

Materi turut membahas pemanfaatan fitur Auto Captions atau subtitle otomatis yang dinilai sangat penting mengingat banyak pengguna media sosial menonton video tanpa mengaktifkan suara. Dengan adanya teks, pesan tetap dapat dipahami oleh penonton.

Ferry juga menjelaskan penggunaan B-Roll dan Overlay sebagai elemen pendukung visual yang mampu membuat konten lebih hidup dan menarik. Sementara untuk transisi, peserta diingatkan agar menggunakan efek secara proporsional sehingga tidak mengganggu fokus terhadap informasi utama.

Selain editing video, peserta mendapatkan pelatihan desain grafis menggunakan Canva. Materi ini bertujuan meningkatkan kemampuan OPD dalam membuat konten visual yang profesional untuk berbagai kebutuhan publikasi digital.

Peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur Canva mulai dari penentuan ukuran desain, penggunaan template, pengelolaan elemen grafis, hingga pengunggahan foto, video, dan audio sebagai bahan desain. Canva dinilai menjadi solusi praktis bagi instansi pemerintah dalam memproduksi konten secara cepat tanpa memerlukan kemampuan desain tingkat lanjut.

Ferry juga menjelaskan pentingnya membangun identitas visual yang konsisten melalui penggunaan logo, warna, dan elemen grafis yang seragam pada setiap publikasi pemerintah. Konsistensi tersebut akan memudahkan masyarakat mengenali informasi resmi yang disampaikan instansi pemerintah.

Tidak hanya itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai fitur berbasis Artificial Intelligence (AI) yang telah terintegrasi dalam Canva. Teknologi tersebut dapat membantu mempercepat proses pembuatan desain, penyusunan konten, hingga pengembangan ide kreatif untuk kebutuhan komunikasi publik.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kemampuan pengelola media sosial di setiap OPD semakin meningkat sehingga informasi mengenai program pembangunan daerah dapat tersampaikan secara cepat, akurat, menarik, dan mudah dipahami masyarakat. Kolaborasi antara Pemprov Bengkulu dan Destita Khairilisani juga diharapkan terus berlanjut dalam mendukung penguatan literasi digital dan kualitas komunikasi publik di Bengkulu.

Halaman :

Terkini