Bengkulu-ikobengkulu.com,-Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu siang,6-Mei-2026 mendadak ramai pejabat dari berbagai daerah untuk mengikuti pelantikan Pejabat dan Pimpinan Tinggi.
Agenda pelantikan tersebut Menteri Kemendukbangga Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd resmi melantik jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi dan Fungsional di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN pada Mei 2026. Bersama Pejabat Tinggi Madya Wahyuniati, S.IP., MPH terdapat barisan Pemimpin Tinggi Pratama, diantaranya Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu dr.H. Zamhir Setiawan, M.Epid menduduki posisi baru menggeser Zamhari,S.H., M.H menuju kursi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi setelah 26 bulan di Bengkulu.
Kini pucuk pimpinan BKKBN Bengkulu dinakhodai oleh tokoh program Bangga Kencana dr.H. Zamhir Setiawan, M.Epid yang sebelumnya telah berkecimpung di Program Bangga Kencana. Ia pernah menduduki posisi sebagai Direktur Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah pada tahun 2020 Direktur Bina Akses Pelayanan KB tahun 2020-2025 dan terakhir menjabat sebagai Direktur Bina Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana sebelum dilantik dipercaya pimpin Kemendukbangga Bengkulu.
Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd resmi melantik sejumlah pejabat sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kependudukan dan pembangunan keluarga, terutama dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga, melalui struktur baru.
Dalam arahannya, Menteri Wihaji menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi dalam mencapai target besar pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. " Ini langkah dan strategi untuk memperkuat struktur organisasi dan tata kelola kependudukan dan pembangunan keluarga, terutama dalam percepatan penurunan stunting".
Wihaji menekankan bahwa pejabat yang dilantik memiliki tanggung jawab besar untuk langsung mengawal 5 Program Unggulan (Quick Wins) kementerian. “Kita tidak punya waktu untuk belajar terlalu lama. Saya minta seluruh pejabat segera tancap gas, pastikan program GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting) dan TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat akar rumput,” tegas Wihaji dalam sambutannya di Auditorium BKKBN Pusat, Jakarta
Fokus Penurunan Stunting dan Kualitas Keluarga, Menteri Wihaji juga menggarisbawahi pentingnya sinkronisasi data kependudukan untuk memastikan intervensi penurunan stunting tepat sasaran. Ia menginstruksikan jajarannya untuk mengoptimalkan penggunaan Super Apps Keluarga sebagai pusat kendali data dan layanan terintegrasi.
“Penurunan stunting bukan sekadar angka, tapi soal menyelamatkan masa depan bangsa. Selain itu, penguatan peran ayah melalui GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) dan pemberdayaan lansia melalui SIDAYA harus menjadi napas baru dalam setiap program kerja Saudara. Guna menyasar sasaran kerja Kemendukbangga ia mengajak jajarannya untuk menjauhi ego sektoral. " Perlu adanya kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya demi mewujudkan visi keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas".(***)