Bengkulu,ikobengkulu.com,-Berhembus kabar baik bagi warga masyarakat di Provinsi Bengkulu. Tahun ini Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) setempat kembali bersinergi meningkatkan kualitas kesehatan melalui pelayanan program KB gratis. Semangat kolaborasi itu dalam peringatan hari jadi IBI ke 75 tahun 2026. Momentum tahunan ini dimanfaatkan BKKBN untuk menyiapkan layanan Keluarga Berencana (KB) bagi 17 ribu Pasangan Usia Subur (PUS), sebagai upaya memperluas akses pelayanan kesehatan reproduksi sekaligus memperkuat kualitas keluarga Indonesia.
" Bakti IBI tahun ini menyiapkan layanan KB sebanyak 17.825 akseptor dengan berbagai jenis dan metode kontrasepsi untuk menyasar PUS di sejumlah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu," kata Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H kepada pewarta di Bengkulu, Kamis, (30/4/2026).
Sasaran layanan pada bulan bakti KB serentak tahun ini di Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 2.367 peserta, Rejang Lebong 2.577 akseptor, Bengkulu Utara sebanyak 2.729, Kabupaten Kaur sebanyak 944 peserta dan Kabupaten Seluma 2.445.
Sementara di Kabupaten Mukomuko mencapai 1.509 peserta, Kabupaten Lebong 980,Kepahiang sebanyak 765 akseptor, Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 1.257 akseptor dan Kota Bengkulu mencapai 2.252 peserta KB pasca persalinan maupun non pasca persalinan".
Melalui jaringan fasilitas kesehatan, praktik mandiri bidan, puskesmas, hingga rumah sakit, pelayanan KB akan menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kehadiran para bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak dinilai sangat strategis dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan layanan kontrasepsi yang aman serta berkualitas.
Pelayanan KB serentak tersebut digelar melalui jaringan fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta, praktik mandiri bidan (PMB), serta rumah bersalin. Berlangsung sejak 29-April hingga 22-Mei 2026 dengan sasaran utama peserta KB baru, akseptor aktif, serta ibu pasca persalinan yang membutuhkan layanan kontrasepsi.
Program ini tidak hanya menyasar peserta KB baru, tetapi juga pasangan yang ingin melanjutkan penggunaan alat kontrasepsi, mengganti metode, maupun ibu pasca persalinan yang membutuhkan layanan segera. Beragam pilihan kontrasepsi disiapkan, mulai dari pil, suntik, kondom, hingga Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan IUD," ujar Kepala BKKBN Bengkulu.
Lebih dari sekadar layanan medis, Bulan Bakti IBI menjadi ruang edukasi penting tentang perencanaan keluarga, kesehatan reproduksi, kesiapan kehamilan, hingga pencegahan stunting. Dengan keluarga yang terencana, peluang melahirkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas akan semakin besar.(***)