BKKBN Bengkulu Resmi Tutup Pelaksanaan SJT 2026, Lepas Puluhan ASN Profesional

Rabu, 29 April 2026 | 09:29:00 WIB
Penutupan Penilaian Kompetensi SJT di BKKBN Bengkulu, Rabu, 29/4/2026. (Foto BKKBN)

Bengkulu,ikobengkulu,– Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu resmi menutup pelaksanaan penilaian kompetensi Situational Judgment Test (SJT) Best 2. Yang sebelumnya telah digelar selama tiga hari sejak 27-29/4/2026 dengan libatkan 35 orang Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sebagai tenaga profesional program bangga kencana. Penilaian kompetensi SJT ini bagian dari upaya penguatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

 

Kegiatan penutupan berlangsung di aula kantor Perwakilan BKKBN Bengkulu, Rabu, 29/4/2026) yang dihadiri jajaran pimpinan serta peserta SJT. Penutupan menandai berakhirnya rangkaian penilaian yang bertujuan memetakan potensi, kapasitas, dan kemampuan pegawai dalam menghadapi berbagai situasi kerja.

 

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Zamhari, S.H., M.H menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses SJT dengan disiplin dan semangat tinggi. Menurutnya, hasil SJT akan menjadi salah satu dasar penting dalam pengembangan karier pegawai dan penerapan manajemen talenta di lingkungan kerja.

 

“SJT ini menjadi instrumen untuk melihat kemampuan pegawai dalam mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta beradaptasi terhadap dinamika organisasi,” ujar Zamhari kepada wartawan di Bengkulu, Rabu, (29/4/2026).

 

Pelaksanaan SJT 2026, sebuah wujud komitmen BKKBN Bengkulu untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi mendukung percepatan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Bengkulu.

 

Sementara itu, Ketua Tim Kerja 9 Bidang Kepegawaian BKKBN Bengkulu, Aminatuzakiyah Alfakhiroh, S.K.M. menambahkan penilaian kompetensi SJT best 2 tahun ini berkangsung selama tiga hari dengan melibatkan sebanyak 35 orang tenaga PKB di Bengkulu. yang sebelumnya pada 2025 SJT melepas 34 orang ASN BKKBN Bengkulu. 

 

Selama pelaksanaan, para peserta diuji melalui berbagai simulasi situasi kerja nyata yang menuntut kemampuan berpikir kritis, mengambil keputusan tepat, hingga menunjukkan kepemimpinan dalam kondisi dinamis. Metode ini dinilai efektif memotret kapasitas ASN secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi pengetahuan teknis, tetapi juga integritas dan kecakapan menghadapi tantangan lapangan, tambah Aminatuzakiyah Alfakhiroh.

 

Aminatuzakiyah menegaskan bahwa SJT bukan sekadar tes, tetapi instrumen strategis dalam memetakan potensi pegawai untuk mendukung promosi, pengembangan karier, serta penempatan SDM yang tepat sasaran. Dengan demikian, organisasi dapat bergerak lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(***)

Tags

Terkini