Perbaiki Genetik Ikan Lokal, Pemkot Bengkulu Bidik Bantuan Indukan Unggul Rp1 Miliar dari KKP

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:00:00 WIB
Kepala Dinas Perikanan Kota Bengkulu, Willhopi,

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Perikanan mengambil langkah strategis untuk memodernisasi sektor budidaya air tawar. Tak tanggung-tanggung, sebuah proposal pengadaan indukan ikan unggul senilai Rp1 miliar telah dilayangkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI guna mendongkrak kualitas benih di tingkat pembudidaya.

Respons Cepat Sinyal Pusat

Kepala Dinas Perikanan Kota Bengkulu, Willhopi, mengungkapkan bahwa usulan ini merupakan respons cepat terhadap sinyal program penguatan pembenihan nasional yang digulirkan KKP. Proposal tersebut mencakup berbagai jenis komoditas bernilai ekonomi tinggi, mulai dari lele, gurami, nila, hingga ikan mas.

“Begitu ada peluang dari pusat, kami langsung susun proposal resminya. Nilai yang kami ajukan sekitar Rp1 miliar. Kami ingin memastikan pembudidaya di Bengkulu mendapatkan akses terhadap indukan berkualitas tinggi yang memiliki laju pertumbuhan cepat dan tahan penyakit,” ujar Willhopi, Selasa (21/4/2026).

Sasar 30 Kelompok Pembudidaya Terpilih

Willhopi menegaskan bahwa bantuan ini tidak akan disebar secara acak. Dinas Perikanan telah mengantongi basis data 30 kelompok pembudidaya yang dinilai siap secara teknis dan manajerial untuk mengelola indukan tersebut.

Skema berbasis kelompok dipilih agar proses pemijahan dan distribusi benih hasil indukan bantuan ini nantinya bisa terkontrol dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi anggota lainnya.

“Indukan ini adalah aset produksi. Jika terealisasi, 30 kelompok binaan kita akan menjadi pusat-pusat pembenihan mandiri. Hasilnya tidak hanya sekali panen, tapi bisa dikembangkan terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan benih di Kota Bengkulu,” jelasnya.

Visi Mandiri Benih dan Ketahanan Pangan

Ketergantungan terhadap bibit ikan dari luar daerah sering kali menjadi beban biaya bagi masyarakat. Dengan adanya indukan unggul di tangan kelompok lokal, Pemkot Bengkulu optimis target kemandirian pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan akan lebih mudah tercapai.

“Harapan kami, program ini menjadi titik balik bagi kemandirian pembudidaya kita. Produksi meningkat, biaya bibit terpangkas, dan ketersediaan protein ikan bagi warga Kota Bengkulu tetap stabil dengan harga yang terjangkau,” pungkas Willhopi. (adv)

Terkini