Lengkapi Rantai Produksi, Pemkot Bengkulu Kucurkan Bantuan Pakan untuk Kelompok Pembudidaya

Selasa, 21 April 2026 | 11:41:00 WIB
Kepala Dinas Perikanan Kota Bengkulu, Wilhopi,

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menunjukkan keseriusannya dalam membenahi ekosistem perikanan darat dari hulu ke hilir. Setelah memastikan bantuan kolam bioflok dan bibit unggul, Dinas Perikanan kini menyiapkan bantuan pakan guna meringankan beban operasional kelompok pembudidaya penyangga di Kota Bengkulu.

Intervensi Biaya: Pakan Tak Lagi Jadi Beban

Kepala Dinas Perikanan Kota Bengkulu, Wilhopi, mengakui bahwa tantangan terbesar dalam budidaya ikan air tawar adalah tingginya harga pakan pabrikan yang seringkali menggerus keuntungan nelayan budidaya. Intervensi ini diharapkan menjadi stimulus agar produktivitas ikan tidak tersendat di tengah jalan.

“Kita tidak ingin memberikan bantuan setengah-setengah. Selain bioflok dan bibit, bantuan pakan juga kita siapkan. Tujuannya jelas, agar kelompok penyangga bisa fokus pada pembesaran ikan tanpa harus terbebani biaya pakan yang tinggi,” ujar Wilhopi

Alokasi Rp200 Juta per Titik Produksi

Program komprehensif ini didukung penuh oleh anggaran pemerintah pusat. Wilhopi menyebutkan, setiap titik pengembangan budidaya mendapatkan alokasi dana sekitar Rp200 juta. Anggaran tersebut dirancang untuk mengover seluruh kebutuhan operasional kelompok secara terpadu.

“Dengan dukungan dana Rp200 juta per titik, semua kebutuhan dari sarana hingga operasional sudah terakomodasi. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi produksi untuk terhambat atau mengalami kelangkaan stok,” tegasnya.

Menjamin Suplai Program Makan Bergizi Gratis

Langkah memperkuat rantai produksi ini memiliki visi jangka panjang, yakni memastikan stabilitas pasokan ikan bagi Koperasi Merah Putih dan menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan pakan yang terjamin, pemerintah menjamin ketersediaan protein hewani yang stabil bagi masyarakat.

“Jika semua instrumen mulai dari kolam, bibit, hingga pakan sudah kita siapkan, maka rantai produksinya akan kuat. Kita ingin sektor perikanan benar-benar menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan pembudidaya kita secara nyata,” pungkas Wilhopi.  (adv)

Terkini