Sokong Program Makan Bergizi Gratis, Pemkot Bengkulu Usulkan 17 Koperasi Merah Putih Kelola Bioflok

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:00:00 WIB
Kepala Dinas Perikanan Kota Bengkulu, Wilhopi,

BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melakukan langkah progresif dalam memperkuat kedaulatan pangan daerah. Melalui Dinas Perikanan, sebanyak 17 Koperasi Merah Putih telah diusulkan untuk menerima bantuan sistem budidaya ikan intensif bioflok guna menciptakan kemandirian protein hewani di tingkat kelurahan.

Sinergi Pemerintah dan Swasta: 408 Unit Bioflok Disiapkan

Kepala Dinas Perikanan Kota Bengkulu, Wilhopi, mengungkapkan bahwa usulan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dengan sektor korporasi yang peduli pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Dalam skema tersebut, setiap koperasi direncanakan mengelola tiga titik lokasi budidaya. Jika usulan ini terealisasi sepenuhnya, maka akan ada total 408 unit kolam bioflok (24 unit per titik) yang tersebar di wilayah Kota Bengkulu.

“Kami sudah mengajukan 17 koperasi untuk mendapatkan bantuan bioflok ini. Ini adalah bentuk sinergi nyata untuk mendorong masyarakat agar lebih mandiri dalam memproduksi pangan secara berkelanjutan,” ujar Wilhopi,

Penyangga Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Hal yang menarik dari program ini adalah orientasi hasilnya. Wilhopi menegaskan bahwa produksi ikan air tawar dari kolam-kolam bioflok ini nantinya diproyeksikan sebagai penyangga utama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi agenda nasional.

“Target besar kita adalah kemandirian. Ke depan, kebutuhan ikan air tawar untuk asupan gizi masyarakat, termasuk program Makan Bergizi Gratis, tidak perlu lagi mendatangkan dari luar daerah. Koperasi kita sendiri yang akan memproduksinya melalui sistem bioflok ini,” jelasnya.

Pemberdayaan Berbasis Kampung dan Kelompok

Konsep yang diusung dalam program ini adalah pemberdayaan berbasis kelompok atau kampung. Pengelolaan kolam bioflok dilakukan secara komunal oleh anggota koperasi, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Wilhopi menambahkan, sistem bioflok dipilih karena efisiensi lahan dan kemampuannya dalam menghasilkan produktivitas ikan yang tinggi. Dengan pengelolaan yang terorganisir di bawah payung Koperasi Merah Putih, diharapkan sektor perikanan darat bisa menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kota Bengkulu. (adv)

Terkini