BENGKULU – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mengeluarkan peringatan dini bagi ribuan nelayan di wilayah pesisir Bumi Ayu hingga Pasar Malabero. Menyusul kondisi cuaca yang sulit diprediksi belakangan ini, keselamatan jiwa diminta menjadi prioritas mutlak di atas pencarian nafkah.
Sinergi Peringatan Dini: Pantau Data BMKG dan BPBD
Kepala DKP Kota Bengkulu, Wilhopi, menyatakan bahwa pihaknya kini memperketat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus informasi mengenai tinggi gelombang dan kecepatan angin sampai ke telinga nelayan sebelum mereka mendorong kapal ke laut.
“Kami secara intensif meneruskan informasi cuaca terkini dari instansi terkait kepada kelompok nelayan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai demi mengejar penghasilan, risiko nyawa justru diabaikan,” tegas Wilhopi, Selasa (21/4/2026).

Instruksi Tegas: Lebih Baik Parkir Kapal daripada Celaka
Menyikapi fluktuasi cuaca ekstrem, Wilhopi tidak ragu menyarankan para nelayan untuk sementara waktu mengistirahatkan kapal mereka jika prakiraan cuaca menunjukkan status bahaya. Langkah preventif ini diambil guna meminimalisir angka kecelakaan laut yang kerap meningkat saat cuaca buruk melanda perairan Bengkulu.
“Jika ada informasi cuaca buruk untuk hari esok, kami sarankan lebih baik tidak melaut dulu. Ini semata-mata untuk menjaga keselamatan bapak-bapak nelayan kita. Laut bisa sangat tidak bersahabat dalam hitungan menit,” tambahnya.
Memperkuat Komunikasi Lintas Kelompok
Selain mengandalkan data teknis, DKP juga memanfaatkan jaringan komunikasi aktif dengan ketua-ketua kelompok nelayan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena informasi dapat tersebar secara cepat melalui rantai komunikasi lokal (getok tular) maupun grup pesan singkat.
Upaya ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi masyarakat pesisir yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Pemkot Bengkulu berharap sinergi antara data pemerintah dan kearifan lokal nelayan dalam membaca tanda alam dapat mencegah terjadinya insiden di laut lepas. (adv)