BENGKULU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu menaikkan tensi perjuangan melawan stunting dengan aksi nyata di lapangan. Mulai bulan depan, DKP dijadwalkan melakukan kunjungan masif ke berbagai kelompok binaan di tingkat kelurahan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protein ikan sebagai tameng pertumbuhan anak.
Edukasi Praktis: Bawa Contoh Olahan Ikan ke Lapangan
Kepala DKP Kota Bengkulu, Wilhopi, menjelaskan bahwa sosialisasi kali ini tidak hanya bersifat teoretis. Tim DKP akan membawa langsung contoh-contoh makanan berbahan dasar ikan yang kaya protein untuk diperkenalkan kepada masyarakat.
"Kami akan berkunjung langsung ke kelompok binaan dengan membawa contoh makanan olahan ikan. Tujuannya agar masyarakat bisa langsung melihat, merasakan, dan memahami betapa mudah serta bermanfaatnya mengolah ikan menjadi asupan bergizi bagi keluarga," ungkap Wilhopi.
Sasar Kelompok Strategis di Tingkat Kelurahan
Sasaran utama dari aksi "jemput bola" ini meliputi kelompok nelayan tangkap, pembudidaya ikan, hingga kelompok pengolah hasil perikanan. Kelompok-kelompok ini dipilih karena posisinya yang strategis sebagai garda terdepan dalam rantai pasokan ikan sekaligus agen perubahan pola konsumsi di lingkungan rumah tangga.
Wilhopi menilai, keterlibatan aktif para pelaku usaha perikanan di tingkat kelurahan ini akan mempercepat transmisi informasi mengenai pentingnya Omega-3 dan mineral ikan bagi perkembangan otak dan daya tahan tubuh anak.
"Kelompok binaan ini adalah perpanjangan tangan kami. Jika mereka sadar gizi, mereka akan menularkannya ke tetangga dan lingkungan sekitar. Kampanye Gemarikan harus dimulai dari mereka yang setiap hari berinteraksi dengan sumber dayanya," tambahnya.
Dorong Diversifikasi Olahan untuk Anak-anak
Selain sosialisasi, DKP juga terus mendorong diversifikasi olahan ikan. Hal ini dilakukan agar anak-anak yang biasanya sulit makan ikan menjadi lebih tertarik melalui bentuk olahan yang variatif dan menggugah selera.
Langkah preventif ini merupakan bagian dari komitmen besar Pemerintah Kota Bengkulu dalam mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting. Wilhopi optimis, dengan ketersediaan ikan yang melimpah dan kesadaran konsumsi yang tinggi, angka stunting di Kota Bengkulu dapat ditekan secara signifikan. (adv)