BENGKULU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu melakukan "jemput bola" untuk menjamin keamanan konsumsi masyarakat. Tim teknis DKP melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengujian sampel ikan secara langsung di sejumlah titik strategis, mulai dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern, Kamis (12/3/2026).
Sasar Pasar Panorama dan Pusat Perbelanjaan
Kepala DKP Kota Bengkulu, Wilhopi, menjelaskan bahwa pengawasan ketat ini difokuskan pada deteksi bahan kimia berbahaya, khususnya formalin, yang kerap disalahgunakan sebagai pengawet ikan. Salah satu titik utama pemeriksaan adalah Pasar Panorama, yang merupakan jantung distribusi pangan di Kota Bengkulu.
"Kami turunkan tim langsung ke lapangan untuk menguji kualitas ikan di pedagang. Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada kandungan formalin. Masyarakat harus mendapatkan kepastian bahwa ikan yang mereka beli benar-benar segar dan sehat," tegas Wilhopi.
Tak hanya di pasar tradisional, penyisiran kualitas pangan ini juga merambah ke Pasar Minggu hingga pusat perbelanjaan Bengkulu Indah Mall (BIM). Langkah ini diambil untuk memastikan standar kualitas ikan di seluruh lapak penjualan di kota ini seragam dan aman.
Transparansi Hasil Uji Laboratorium
Wilhopi menambahkan, seluruh sampel yang diambil akan diuji secara mendalam. Ia menjanjikan transparansi penuh kepada publik terkait hasil pemeriksaan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi kesehatan warga.
"Hasilnya nanti akan kami umumkan secara terbuka. Jika ada indikasi penggunaan zat berbahaya, tentu akan ada tindak lanjut. Tujuan kami adalah meyakinkan warga bahwa produk perikanan di Kota Bengkulu sangat layak dikonsumsi," tutupnya.
Aksi sigap DKP ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengonsumsi ikan, sekaligus menjadi peringatan bagi oknum pedagang atau pemasok agar tidak bermain-main dengan zat kimia berbahaya. (adv)