BENGKULU – Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu mencatat inflasi di Kota Bengkulu pada Maret 2026 masih dalam kondisi terkendali. Secara bulanan (month-to-month), inflasi tercatat sebesar 0,10 persen. Sementara itu, secara tahunan (year-on-year), inflasi mencapai 2,52 persen.
Berdasarkan data resmi yang dirilis pada 1 April 2026, inflasi tahun kalender (year-to-date) justru mengalami deflasi tipis sebesar 0,02 persen dibandingkan Desember 2025.
Sektor Makanan dan Restoran Jadi Pemicu Utama
Kenaikan inflasi bulanan terutama didorong oleh kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran dengan andil sebesar 0,06 persen. Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru menahan laju inflasi dengan memberikan andil deflasi sebesar 0,05 persen.
Sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi pada Maret 2026 antara lain daging ayam ras, bakso siap santap, bensin, rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM), serta tarif angkutan antar kota.
Inflasi Tahunan Dipicu Kebutuhan Pokok
Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar inflasi dengan andil mencapai 1,06 persen.
Komoditas yang dominan memicu inflasi tahunan meliputi tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, ikan dencis, serta rokok SKM. Di sisi lain, kelompok pendidikan menjadi penahan inflasi dengan andil deflasi sebesar 0,51 persen.
Stabilitas Harga Masih Terjaga
Secara umum, kondisi inflasi di Kota Bengkulu menunjukkan stabilitas harga yang relatif terjaga. Kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar dan mencerminkan dinamika konsumsi masyarakat, terutama pada sektor makanan dan energi.
Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu menilai, pengendalian inflasi ke depan tetap memerlukan sinergi berbagai pihak, terutama dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok.
Laporan lengkap terkait perkembangan inflasi Maret 2026 dapat diakses melalui situs resmi BPS Kota Bengkulu.