KEPAHIANG – Ada pemandangan berbeda di kompleks perkantoran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepahiang pada Jumat pagi (6/2/2026). Ratusan bibit kopi ditanam di area hijau sekitar kantor sebagai simbol bahwa komoditas kopi bukan sekadar produk pertanian, melainkan identitas dan napas ekonomi masyarakat Kepahiang.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran, mulai dari pejabat struktural hingga staf lapangan ini, menjadi langkah simbolis untuk memperkuat posisi Kepahiang sebagai salah satu penghasil kopi utama di Provinsi Bengkulu.
Kopi Sebagai Simbol Kebanggaan
Kepala Dinas PUPR Kepahiang, Teddy Adeba, ST, mengungkapkan bahwa pemilihan bibit kopi sebagai tanaman penghijauan di area kantor memiliki makna mendalam. Menurutnya, hampir sebagian besar masyarakat Kepahiang adalah petani kopi, sehingga sudah sepatutnya instansi pemerintah menghadirkan simbol tersebut di ruang publik.
"Kami ingin lingkungan kantor ini tidak hanya hijau, tetapi juga memiliki karakter yang mencerminkan wajah Kepahiang. Kopi adalah penggerak utama roda perekonomian warga kita, dan kami ingin simbol kebanggaan itu hadir dan tumbuh bersama kami di sini," ujar Teddy di sela-sela kegiatan penanaman.
Bentuk Kepedulian Sektor Pertanian
Meski secara teknis Dinas PUPR fokus pada pembangunan infrastruktur, Teddy menekankan bahwa kepedulian terhadap sektor pertanian tidak boleh dikesampingkan. Sinergi antara ketersediaan infrastruktur (jalan dan irigasi) dengan produktivitas kopi adalah kunci kesejahteraan rakyat.
Diharapkan, melalui langkah sederhana namun bermakna ini, kopi Kepahiang tidak hanya dikenal sebagai komoditas di pasar, melainkan juga tetap lestari sebagai warisan budaya dan kebanggaan daerah yang terus berkembang. (adv)