Ironi Pasar Panorama: Fasilitas Sudah Memadai, Tapi Los Tetap Melompong!

Kamis, 12 Februari 2026 | 12:00:00 WIB
Los Pasar Panorama Banyak Kosong, Wali Kota Bengkulu Soroti Pedagang yang Enggan Masuk--

 

BENGKULU – Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, tidak dapat menyembunyikan keprihatinannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Panorama, Kamis (12/02/2026). Di tengah upaya pemerintah mempercantik pasar, deretan los resmi di bagian dalam justru tampak lengang bak "kota mati".

Padahal, pemerintah kota mengeklaim telah merogoh kocek untuk memastikan sarana dan prasarana pasar, mulai dari lapak daging, ayam, hingga tempe, kini jauh lebih bersih dan nyaman.

“Tempatnya sudah kita siapkan dengan baik, bersih, dan tidak panas karena ventilasi udara sangat memadai. Tinggal dimanfaatkan, tapi kenapa masih kosong?” ujar Dedy di sela peninjauan.

Pengakuan Pedagang: "Pembeli Enggan Masuk"

Dari dialog langsung dengan salah satu pedagang tempe yang masih setia bertahan di dalam pasar, terungkap fakta pahit. Masalahnya bukan soal kenyamanan gedung, melainkan perilaku konsumen.

Para pedagang mengaku enggan masuk ke los resmi karena pembeli lebih memilih bertransaksi dengan pedagang liar di tepi jalan. "Kucing-kucingan" di bahu jalan dianggap lebih menguntungkan secara ekonomi, meski jelas-jelas melanggar aturan penataan kota.

"Tidak Ada Alasan Lagi!"

Merespons realita tersebut, Walikota Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kebijakan "persuasif" akan segera berganti menjadi langkah tegas. Menurutnya, pembiaran terhadap pedagang di bahu jalan hanya akan membunuh ekosistem pedagang yang sudah tertib di dalam pasar.

Pemkot Bengkulu memastikan tidak akan memberikan ruang toleransi lagi bagi pedagang yang beralasan sepi pembeli untuk kembali ke jalan.

“Kita akan minta semuanya masuk tanpa kecuali. Fasilitas sudah tersedia dengan baik, jadi tidak ada alasan lagi untuk tetap berjualan di trotoar atau badan jalan,” tegas Dedy. (adv)

Terkini