BENGKULU – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kota Bengkulu mulai hilang kesabaran terhadap fenomena los dan lapak kosong di Pasar Panorama. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdagrin Kota Bengkulu, Alex Periansyah, memberikan ultimatum keras bagi pedagang yang membandel.
Para pedagang yang sudah terdaftar namun tidak segera menempati lapaknya diberi tenggat waktu hanya dua hari. Jika tidak diindahkan, hak penggunaan lapak tersebut akan langsung dialihkan kepada pedagang lain.
“Saya kasih waktu dua hari. Kalau tetap tidak ditempati, akan kita berikan kepada yang lain. Langkah tegas ini sudah mulai kita jalankan,” ujar Alex saat dikonfirmasi, Senin (16/02/2026).
Budaya "Saling Tunggu" Jadi Kendala
Alex mengungkapkan, akar masalah dari sepinya area dalam pasar bukan karena ketiadaan pedagang, melainkan pola perilaku "saling tunggu". Banyak pedagang memilih tetap bertahan di luar area pasar (pinggir jalan) sambil memantau situasi di dalam.
“Kondisinya mereka ini saling tunggu. Akibatnya, los yang seharusnya sudah terisi justru dibiarkan kosong. Kami ingin semua komitmen untuk masuk secara bersamaan agar aktivitas perdagangan di dalam pasar hidup,” tambahnya.
Penataan dan Ancaman Penertiban
Langkah tegas ini diambil demi menciptakan suasana pasar yang lebih ramai, tertata, dan nyaman bagi konsumen. Pemerintah Kota Bengkulu sebenarnya telah memberikan fleksibilitas waktu tertentu bagi pedagang, namun dengan catatan tetap mengutamakan pengisian lapak permanen di dalam pasar.
Alex mengingatkan bahwa jika imbauan dan tenggat waktu ini diabaikan, pihaknya tidak akan ragu melibatkan personil Satpol PP untuk melakukan penertiban paksa. (adv)