KEPAHIANG- Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Pasar Tradisional Kepahiang, Jumat pagi (5/12). Langkah ini diambil untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) di tengah potensi lonjakan permintaan akhir tahun.
Didampingi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta Kapolres Kepahiang, Bupati menyusuri lorong-lorong pasar dan berdialog langsung dengan para pedagang. Fokus utama sidak kali ini adalah memastikan tidak ada kenaikan harga yang tidak wajar serta mencegah praktik penimbunan barang oleh oknum distributor.

"Berdasarkan pantauan kami pagi ini, secara umum harga masih relatif stabil. Kekhawatiran kita terhadap lonjakan harga cabai merah keriting ternyata tidak terjadi. Harganya masih bertahan di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram, pasokannya pun melimpah karena petani lokal kita sedang panen raya," ungkap Zurdi Nata di sela-sela peninjauan.
Soroti Kenaikan Harga Telur dan Ayam Meskipun harga bumbu dapur seperti cabai dan bawang terpantau aman, Bupati memberikan catatan khusus pada komoditas protein hewani. Ditemukan adanya kenaikan harga pada telur ayam ras dan daging ayam potong sekitar 5-10 persen dibandingkan pekan lalu.
"Telur dan ayam memang ada kenaikan sedikit, ini hukum pasar biasa jelang hari besar karena permintaan tinggi untuk pembuatan kue dan katering. Namun, saya sudah instruksikan Dinas Perdagangan (Disperkop UKM) untuk terus memantau. Jika kenaikan menembus ambang batas psikologis, kita akan segera gelar Operasi Pasar atau Pasar Murah untuk intervensi harga," tegasnya.
Stok Beras Aman Hingga 2026
Selain harga, Bupati juga mengecek gudang-gudang distributor beras di sekitar kawasan pasar. Ia memastikan stok beras, baik premium maupun medium (SPHP Bulog), tersedia dalam jumlah yang cukup untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Kepahiang hingga awal tahun 2026.
Salah satu pedagang sembako, Ibu Yati (45), mengaku lega dengan kedatangan Bupati. Ia berharap pemerintah bisa menjaga kelancaran distribusi barang dari luar daerah agar pedagang tidak kesulitan mendapatkan stok.
"Kalau stok lancar, kami juga jualnya enak Pak, tidak perlu naikkan harga. Harapan kami pasokan minyak goreng dan gula jangan sampai macet minggu depan," ujar Yati kepada Bupati.
Menutup kegiatan sidak, Zurdi Nata memberikan peringatan keras kepada para distributor agar tidak main-main dengan stok pangan.
"Satgas Pangan Polres Kepahiang akan terus bergerak. Jangan ada yang coba-coba menimbun demi keuntungan pribadi di atas kesulitan rakyat. Sanksi tegas menanti," pungkas Bupati.(ad)