KEPAHIANG- Hamparan hijau Kebun Teh Kabawetan yang ikonik menjadi latar dimulainya agenda pariwisata terbesar di Kabupaten Kepahiang tahun ini. Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, secara resmi membuka Festival "Mountain Valley" 2025 pada Selasa pagi (4/11), sebuah inisiatif strategis untuk mengukuhkan posisi Kepahiang sebagai destinasi wisata unggulan di Provinsi Bengkulu.
Ditandai dengan pemukulan Dol (alat musik tradisional Bengkulu), festival yang akan berlangsung sepanjang bulan November ini resmi bergulir. Acara pembukaan berlangsung meriah dengan suguhan tari kolosal yang menggambarkan harmoni antara masyarakat Kepahiang dengan alam pegunungan yang asri.
Dalam sambutannya, Bupati Zurdi Nata menekankan bahwa sektor pariwisata adalah mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi daerah, selain pertanian.
"Kabawetan adalah 'Puncak-nya' Bengkulu. Melalui Festival Mountain Valley ini, kita ingin membranding ulang pariwisata kita agar lebih modern dan ramah wisatawan. Target kami realistis, sepanjang November hingga Desember nanti, kita bidik 50.000 kunjungan wisatawan, baik dari dalam provinsi maupun tetangga seperti Sumatera Selatan dan Lampung," ujar Zurdi Nata optimis.
Ragam Atraksi dan Ekonomi Kreatif Festival Mountain Valley 2025 tidak hanya menyuguhkan keindahan alam. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kepahiang menjelaskan bahwa festival ini dirancang dengan konsep Edu-Tourism dan Adventure.
Rangkaian kegiatan meliputi lomba fotografi lanskap, Tea Walk (jelajah kebun teh), kompetisi paralayang, hingga pameran produk UMKM lokal. Stan-stan kopi Kepahiang berjejer rapi di area festival, menawarkan pengalaman minum kopi langsung di tengah sejuknya udara perkebunan.

"Tahun ini kita juga meluncurkan area Glamping Ground (kemah mewah) baru di sisi timur kebun teh. Ini untuk memfasilitasi wisatawan milenial dan keluarga yang ingin menginap dengan suasana alam namun tetap nyaman," jelas Kadisparpora.
Dukungan Infrastruktur Bupati Zurdi Nata menambahkan bahwa pemerintah daerah telah memastikan aksesibilitas menuju lokasi festival dalam kondisi baik. Hal ini sejalan dengan percepatan perbaikan jalan poros di beberapa titik penyangga yang sedang dikebut Dinas PUPR.
"Wisatawan butuh kenyamanan. Jalan kita muluskan, fasilitas umum kita perbaiki. Saya mengajak seluruh masyarakat Kepahiang untuk menjadi tuan rumah yang ramah. Senyum sapa warga adalah kenangan terbaik bagi wisatawan," pesan Bupati.
Festival ini diharapkan dapat mendongkrak omzet pelaku UMKM dan penginapan (homestay) di sekitar Kecamatan Kabawetan, serta menjadi pemanasan menyambut musim liburan akhir tahun mendatang. (adv)