KEPAHIANG– Suasana khidmat menyelimuti halaman Kantor Bupati Kepahiang saat pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-80, Senin pagi (10/11). Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, bertindak selaku Inspektur Upacara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, legiun veteran, TNI, Polri, ASN, serta pelajar.
Dalam amanatnya, Bupati Zurdi Nata tidak hanya membacakan pidato resmi Menteri Sosial, tetapi juga menyampaikan pesan refleksi khusus bagi masyarakat Bumi Sehasen. Ia mengajak seluruh elemen untuk memaknai semangat kepahlawanan masa kini dengan merawat persatuan, khususnya merefleksikan satu tahun perjalanan pasca Pilkada Serentak 2024.

"Tepat bulan ini, satu tahun lalu, kita melewati ujian demokrasi yang besar (Pilkada 2024). Hari ini kita membuktikan bahwa masyarakat Kepahiang adalah pahlawan demokrasi sejati karena mampu menjaga kedamaian, menyingkirkan ego sektoral, dan kembali bersatu membangun daerah tanpa sisa konflik," ujar Zurdi Nata dengan lantang.
Pahlawan Pembangunan Bupati menekankan bahwa tantangan hari ini bukan lagi melawan penjajah dengan senjata, melainkan melawan kemiskinan dan kebodohan. Ia menyebut setiap warga yang berkontribusi positif bagi daerah—mulai dari petani kopi yang produktif, guru di pelosok, hingga tenaga medis—adalah pahlawan pembangunan.
"Semangat juang para pahlawan 1945 harus kita transformasikan menjadi etos kerja. Jangan ada lagi sekat-sekat politik. Pilkada sudah lama usai, kini saatnya kita 'bertempur' memajukan ekonomi Kepahiang," tambahnya.
Ziarah Makam Usai pelaksanaan upacara bendera, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan prosesi Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Santoso, Kepahiang. Bupati Zurdi Nata didampingi Wakil Bupati Abdul Hafizh dan Kapolres Kepahiang memimpin prosesi tabur bunga di pusara para pejuang kemerdekaan asal Kepahiang.
Momen haru terlihat saat Bupati menyempatkan diri berdialog dan memberikan tali asih kepada perwakilan keluarga veteran yang hadir. Ia berjanji pemerintah daerah akan terus memperhatikan kesejahteraan para keluarga pejuang yang masih hidup sebagai bentuk penghormatan negara.
Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 ini menjadi momentum strategis bagi Pemkab Kepahiang untuk mengukuhkan stabilitas sosial politik menjelang tahun kedua masa pemerintahan Zurdi Nata-Abdul Hafizh. (adv)