KEPAHIANG- Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Kepahiang tahun ini dirayakan dengan capaian istimewa. Wakil Bupati Kepahiang, Abdul Hafizh, mengumumkan bahwa angka prevalensi stunting di Kabupaten Kepahiang per November 2025 resmi turun drastis hingga menyentuh angka satu digit, yakni di bawah 9%.
Capaian ini disampaikan Wabup Abdul Hafizh saat membuka acara Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kepahiang, Rabu (12/11). Data terbaru ini menempatkan Kepahiang sebagai salah satu kabupaten dengan performa penurunan stunting terbaik di Provinsi Bengkulu, melampaui target nasional yang ditetapkan sebelumnya.

"Ini adalah hasil kerja keroyokan kita semua. Dari bidan desa, kader Posyandu, hingga Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang tak kenal lelah. Masuk ke angka satu digit ini sulit, tapi mempertahankannya jauh lebih sulit," ujar Abdul Hafizh dalam sambutannya.
Canangkan "Zero New Stunting" Tidak ingin berpuas diri, dalam momen HKN tersebut, Abdul Hafizh sekaligus mencanangkan target ambisius untuk tahun depan, yakni Zero New Stunting atau nol penambahan kasus stunting baru pada tahun 2026.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepahiang meluncurkan program inovasi bertajuk "Satu Telur Satu Balita" (SaTe SaBa). Program ini mewajibkan setiap desa mengalokasikan Dana Desa untuk pengadaan protein hewani (telur) yang didistribusikan setiap hari kepada keluarga dengan balita berisiko stunting.
"Mulai 2026, kita fokus pada pencegahan di hulu. Jangan tunggu anak stunting baru diintervensi. Lewat program 'Satu Telur Satu Balita', kita pastikan asupan protein anak-anak kita cukup sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," tegas Wabup.
Apresiasi Kader Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang menambahkan bahwa keberhasilan penurunan angka stunting ini juga didukung oleh perbaikan sanitasi lingkungan yang masif dilakukan Dinas PUPR sepanjang tahun 2024-2025.
Acara peringatan HKN ditutup dengan pemberian penghargaan kepada lima Puskesmas dan tiga desa yang dinilai paling proaktif dalam inovasi pencegahan stunting. Wakil Bupati berharap momentum ini menjadi pelecut semangat bagi tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bumi Sehasen. (adv)