Hadapi Puncak La Nina, Bupati Zurdi Nata Cek Kesiapan Pasukan Penanggulangan Bencana

Selasa, 11 November 2025 | 09:46:38 WIB
ilustrasi/ dok/

KEPAHIANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang meningkatkan status kesiapsiagaan daerah menjadi "Siaga Darurat" menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena La Nina yang diprediksi mencapai puncaknya pada akhir tahun ini.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Kepahiang, Zurdi Nata, memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi yang dilaksanakan di Lapangan Segitiga Pusat Perkantoran Pemkab Kepahiang, Sabtu pagi (15/11).

Dalam amanatnya, Bupati Zurdi Nata menegaskan bahwa topografi Kabupaten Kepahiang yang didominasi perbukitan menjadikan daerah ini sangat rentan terhadap ancaman tanah longsor dan banjir bandang, terutama saat curah hujan meningkat drastis akibat La Nina.

"Tidak ada istilah 'tanggal merah' bagi petugas bencana. Saya minta seluruh personel dan peralatan standby 24 jam. Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Mitigasi dan respon cepat adalah kunci keselamatan warga kita," tegas Zurdi Nata dengan nada tinggi di hadapan peserta apel.

Fokus Jalur Gunung Secara spesifik, Bupati menginstruksikan BPBD dan Dinas PUPR untuk menyiagakan alat berat (excavator dan loader) di titik-titik krusial, khususnya di jalur lintas gunung (mountain road) yang menghubungkan Kepahiang dengan Bengkulu Tengah. Jalur ini dikenal sebagai zona merah longsor yang kerap melumpuhkan akses logistik antar-kabupaten.

"Alat berat harus sudah standby di posko Liku Sembilan dan perbatasan Muara Kemumu. Pastikan juga jalur komunikasi radio berfungsi baik karena sinyal seluler sering hilang saat badai," instruksinya.

Penyematan Pita Siaga Usai memberikan arahan, Bupati didampingi Wakil Bupati Abdul Hafizh dan unsur Forkopimda melakukan pemeriksaan armada operasional. Zurdi Nata tampak mengecek kondisi mesin perahu karet, truk dapur umum, dan kelengkapan gergaji mesin (chainsaw) untuk penanganan pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepahiang menyatakan bahwa pihaknya telah mendirikan 3 Posko Siaga Utama yang tersebar di Kecamatan Kepahiang, Bermani Ilir, dan Ujan Mas. Posko ini akan beroperasi penuh hingga status siaga dicabut, yang diperkirakan pada Februari 2026.

Apel diakhiri dengan simulasi penanganan korban longsor oleh tim reaksi cepat, sebagai uji coba koordinasi antar-instansi dalam situasi darurat. (adv)

Terkini