BENGKULU – Sebuah strategi besar disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu untuk membangunkan "raksasa tidur" ekonomi di kawasan Kota Lama. Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memastikan dirinya akan berkantor di Mess Pemda, Kecamatan Teluk Segara, sebagai langkah taktis untuk menarik kembali keramaian ke wilayah bersejarah tersebut.
Rencana ini bukan sekadar relokasi administratif, melainkan upaya intervensi langsung pemerintah untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi yang selama ini dinilai terlalu condong ke wilayah timur kota.
Magnet Baru Ekonomi Pesisir
Dedy menegaskan, perpindahan ini akan dieksekusi segera setelah proses rehabilitasi kawasan pasar Barukoto I dan II rampung. Kehadiran aktivitas walikota dan jajarannya di sana diharapkan menjadi trigger (pemicu) kembalinya geliat perdagangan dan UMKM yang sempat meredup.

"Ini dalam rangka memaksimalkan pemerataan ekonomi. Sekarang ekonomi seolah terpusat di bagian timur. Ke depan Kota Lama hidup, kawasan Prapto hidup, Lingkar Timur dan Pagar Dewa juga hidup. Semuanya harus hidup kembali, Insya Allah tahun depan," ujar Dedy optimis, Jumat (08/11).
Bentiring Tetap Beroperasi
Menjawab kekhawatiran publik mengenai nasib pusat pemerintahan di Bentiring, Dedy meluruskan bahwa kawasan tersebut tidak akan ditinggalkan. Kantor di Bentiring akan tetap beroperasi seperti biasa, mengingat gedung yang ditempati Walikota saat ini sejatinya adalah gedung Bappeda.
"Yang di Bentiring tetap. Langkah ke Mess Pemda ini murni untuk 'pancingan' agar kawasan Kota Lama ramai kembali seperti dulu. Apalagi Barukoto I dan II sedang tahap finishing renovasi," jelasnya.
Dengan strategi "jemput bola" ini, Pemkot memproyeksikan kawasan Kota Lama—yang dulunya adalah jantung perdagangan Bengkulu—akan bertransformasi kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat, pariwisata sejarah, dan ekonomi kreatif yang dinamis pada tahun 2026. (adv)