Gamifikasi Literasi Digital: Mafindo Bengkulu Ajak 999 Mahasiswa UNIB Pahami Logika AI via Code.org

Gamifikasi Literasi Digital: Mafindo Bengkulu Ajak 999 Mahasiswa UNIB Pahami Logika AI via Code.org
MASIF. Sebanyak 999 mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) memadati Gedung Serba Guna (GSG) UNIB saat mengikuti Campaign Festival Mafindo Bengkulu, Sabtu (29/11/2025)/ Mafindo.

BENGKULU – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu melakukan terobosan dalam pendidikan literasi digital. Menggandeng 999 mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB), Mafindo membedah cara kerja kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menggunakan pendekatan gamifikasi lewat platform global Code.org.

Kegiatan yang dikemas dalam Campaign Festival Mafindo Bengkulu ini digelar di Gedung Serba Guna (GSG) UNIB, Sabtu (29/11/2025). Sasaran utamanya adalah ratusan mahasiswa penerima KIP Kuliah dan ADik angkatan 2025, yang didorong untuk tidak sekadar menjadi pengguna pasif, melainkan memahami logika di balik teknologi yang mereka gunakan sehari-hari.

MASIF. Sebanyak 999 mahasiswa Universitas Bengkulu (UNIB) memadati Gedung Serba Guna (GSG) UNIB saat mengikuti Campaign Festival Mafindo Bengkulu, Sabtu (29/11/2025) (foto: IST)

Simulasi AI Tanpa Rumit Koordinator Wilayah Mafindo Bengkulu, Dr. Gushevinalti, M.Si., menjelaskan bahwa metode gamifikasi (berbasis permainan) dipilih untuk mematahkan stigma bahwa pemrograman dan AI adalah hal yang rumit.

"Kami menggunakan fitur 'AI for Oceans' dari Code.org. Mahasiswa diajak bermain sambil belajar melatih mesin (Machine Learning) untuk membedakan antara biota laut dan sampah. Ini adalah cara paling efektif untuk menanamkan pemahaman tentang bagaimana AI memproses data, sekaligus menyadarkan mereka akan potensi bias dalam algoritma," tegas Gushevinalti.

Didampingi Mentor Bersertifikat Internasional Bobot edukasi dalam festival ini diperkuat oleh kehadiran empat pelatih (trainer) Mafindo Bengkulu yang telah mengantongi sertifikasi internasional dari ASEAN Foundation. Keempat mentor tersebut—Dani Fazli, Rafinita Aditia, Muhammad Krisno, dan Mika Oktarina—memandu peserta secara intensif.

Tim Relawan Mafindo Bengkulu saat melakukan Campaign Ay Ready Asean di GSG UNIB/ ist

Para mahasiswa dibimbing mulai dari akses platform, simulasi pelatihan AI, hingga sukses menyelesaikan misi. Sebagai bukti kompetensi dasar, seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan modul langsung mendapatkan sertifikat digital (Certificate of Completion) resmi dari Code.org.

"Sertifikat ini bukan sekadar tanda partisipasi, tapi bukti bahwa mereka telah menyerap logika dasar AI. Harapan kami, ini menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi warganet yang kritis dan beretika," tambah Gushevinalti.

Padukan Hard Skill dan Soft Skill Tak hanya fokus pada kemampuan teknis (hard skill), Mafindo juga membekali mahasiswa dengan penguatan mental melalui sesi motivasi bertajuk "Unlock Your Potential".

Sesi ini menghadirkan Indah Syoraya, S.Psi., MA (Trainer BNSP PT. Sahabat Profesional Indonesia) yang memaparkan strategi mengenali potensi diri, serta Birrul Qodriyyah, S.Kep., Ns., M.Sc. (Dosen UIN Syarif Hidayatullah & Mahasiswa Paling Inspiratif 2013) yang membagikan kisah perjuangan inspiratifnya.

Kolaborasi antara pemahaman teknologi masa depan dan penguatan karakter ini diharapkan menjadi bekal komprehensif bagi mahasiswa UNIB dalam menghadapi tantangan era digital yang kian kompleks. ***